Minggu, 29 Juni 2014

#8 Negara, Pemimpin ( Khalifah ) dan Warga Negara


( Ira Widyastuti, Nurwatimah, Wahyuni )
A.    Pendahuluan
Negara adalah sebutan bagi sebuah wilayah yang didiami oleh segolongan manusia yang berlaku sebagai masyarakat wilayah tersebut, yang mana tunduk pada pemerintahannya sebagai ikatan politis antara mereka. Bila dikaitkan dengan Islam sebagai pasangan kata-kata negara, maka ketiga unsur pokok suatu negara yaitu; Teritorial wilayah, rakyat, dan ikatan politis belum cukup, nilai ke-Islaman juga perlu dimasukkan sebagai dimensi moral yang juga menjadi naungan unsur-unsur pokok negara tersebut. Inilah yang membedakannya dibandingkan negara-negara ‘biasa’ lainnya. Lalu, bagaimana kedudukan Islam dalam memobilisasi sebuah negara? Karena dimensi moral berbeda dimensi dengan dimensi fisik. 

#6 KONSEP PERNIKAHAN, KELUARGA DAN MAWARIST DALAM AGAMA ISLAM


·         ENRIS ERIF RITI RIYANI (F37012076)
·         KUSRINI CATURWARI (F37012092)
·         WIRNAWATI (F37012010)
A.           Pendahuluan
Segala sesuatu yang telah diatur dalam islam memiliki hikmah dan manfaat bagi pelakunya, baik itu diketahui maupun belum diketahui oleh manusia. Sikap seorang mu'min ketika sudah jelas datang aturan dari Allah dan Rosul Nya adalah sami'naa wa atho'naa kami dengar dan kami ta'at, sebagaimana Allah ta'ala jelaskan dalam Al Qur'an Surat An-Nuur ayat 51 :
Artinya: :
" Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung."

Pernikahan merupakan sunatullah yang diberikan bagi hamba-hamba-Nya. Allah sengaja menciptakan makhluknya secara berpasang-pasangan, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Adz-Zariyat:49 yang berbunyi:

#5 IJTIHAD DAN ILMU PENGETAHUAN



(SLAMET HIDAYAT, SUFIAH, ARDIAN WIRANATA, ADITYA DEWANA)


Sedangkan pengertian ijtihad menurut istilah hukum islam ialah mencurahkan tenaga (memeras fikiran) untuk menemukan hukum agama (Syara‘)melalui salah satu dalil Syara‘, dan dengan cara-cara tertentu, sebab tanpa dalil Syara‘ dan tanpa cara-cara tertentu tersebut, maka usaha tersebut merupakan pemikiran dengan kemauan sendiri semata-mata dan sudah barang tentu cara ini tidak disebut ijtihad. (Jalaluddin Rahmat, Dasar Hukum Islam,hlm 162)
Tentang kedudukan Ijtihad terdapat dua golongan, yaitu:
Golongan 1:
Berpendapat bahwa, tiap-tiap mujtahid adalah benar dengan alasan karena dalam masalah tersebut Allah tidak menentukan hukum tertentu sebelum diIjtihadkan.
Golongan 2:
Berpendapat bahwa yang benar itu hanya satu, yaitu hasil ijtihad yang cocok jangkauanya dengan hukum Allah, sedang bagi yang tidak cocok jangkauannya maka dikategorikan salah.

#4 AQIDAH ISLAM


 
(RINTA LARASATI, HARIYATI, YUNIARTI)

BAB II
PEMBAHASAN TEORI

2.1       Pengertian aqidah
Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) :
 Kata "‘aqidah" diambil dari kata dasar "al-‘aqdu" yaitu ar-rabth (ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam (penguatan), at-tawatstsuq (menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah (pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk (pengokohan) dan al-itsbaatu (penetapan).  Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al-jazmu (penetapan).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id.
Aqidah islam itu sendiri bersumber dari Al-Qur’an dan As Sunah, bukan dari akal atau pikiran manusia. Akal pikiran itu hanya digunakan untuk memahami apa yang terkandung pada kedua sumber aqidah tersebut yang mana wajib untuk diyakini dan diamalkan.
Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)

#3 AL – HADITS

#3
BAB III

( Dayang Weni Lisdarsih, Desi Ariati, Yennie Armeina, Tio Galian Asta )
A.     Pengertian Dan Perbedaan Al-Sunnah Dengan Al-Hadits
Al-hadits adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi.
Muhammad SAWyang dijadikan landasan syariat islam. Hadits dijadikan sumber hukum islam selain Al-Quran yang mana kedudukan haditsmerupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.
Kedudukannya yang lebih lengkap adalah sebagai berikut :
·         Al-Qur’an
·         Hadits
·         Ijtihad
·         Ijma (kesepakatan para ulama)
·         Qiyas (menetapkan suatu hokum atas perkara baru yang belum ada pada masa Nabi Muhammad hidup).

#2 AL-QURAN SEBAGAI SUMBER HUKUM

#2
BAB II
( Novita Ayu Wardani, Muzilma, Praditia )
A.                Pengertian Al-Quran
Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam dan menjadi pedoman hidup bagi manusia. Al-Quran adalah kalam Allah swt  yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantaraan malaikat Jibril.
Sumber hukum yang sekaligus sebagai dalil hukum yang utama dan pertama terdapat dalam wahyu Allah SWT, yaitu kitab suci al-Qur’an. Nama wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dikenal dengan nama:
·           Al-Quran artinya bacaan mulia, sebagaimana disebutkan antara dalam QS. Al-Qiyamah : 17,18; QS. Al-Isra’ : 88, QS. Al-Baqarah : 85 dan seterusnya.
·           Al-Kitab atau Kitabullah, artinya kitab suci, sebagaimana disebutkan antara dalam QS. Al-Baqarah : 2, QS.al-An’am : 114.
·           Al-Furqan, artinya pembeda, yang membedakan antara yang benar dengan yang batil,sebagaimana disebutkan antara lain dalam QS: al-Furqan: 1
·           Al-Dzikr, artinya peringatan, sebagaimana disebutkan antara lain dalam QS. Al-Hijr : 9. Menurut para ulama nama lain terhadap al-Quran antara lain al-Mubin, al-Karim, al-Kalam, dan An-Nur.

#1 MANUSIA DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

#1 
BAB I
MANUSIA DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
( OLEH : Andika Maja, Fahmi Tri Yudha Putra, Meisty Dawani, Delly Yuandi )
A. Pengertian Agama dan Manusia
            Dunia kita adalah dunia perubahan dan pergantian , tak ada sesuatu yang tetap didalamnya. Segalanya akan senantiasa berubah, memudar dan setelah itu  mati.
            Seperti itu pulakah agama ? Adakah kurun tertentu bagi agama, sehingga bila ia telah lewat , usia agama pun akan berakhir ? Ataukah keadaanya tidak seperti itu ? Akankah ia tetap lestari di tengah-tengah manusia, sehingga seandainya muncul gerakan yang memerangi ataupun yang berusaha menghabisinya, gerakan seperti itu pasti tak akan berhasil ? Bahkan agamalah yang tetap hidup, tak terpadamkan, dan tetap berdetak, lalu muncul lagi dan menyatakan kehadirannya dalam berbagai rupa lain, segera setelah itu ?

MAKALAH KONDAS IPA II #EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Ekosistem disusun oleh dua komponen, yaitu lingkungan fisik atau makhluk tidak hidup (komponen abiotik) dan berbagai jenis makhluk hidup (komponen abiotik ). Berbagai jenis makhluk hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi satuan-satuan makhluk hidup dan ekosistem merupakan salah satunya.
            Dalam kehidupan, setiap organism selalu memerlukan sesuatu dari lingkungannya dan lingkungan akan menerima sesuatu dari organism. Jadi, organisme dan lingkungan saling mengadakan hubungan timbal balik (intraksi) yang disebut ekosistem. Ekosistem diartikan sebagai hubungn timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup dengan lingkungan. Cabang ilmu biologi yang mempelajari eklogi. Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh E. Haeckel pada tahun 1860 sehingga dia disebut sebagai bapak ekologi.
            Ruag lingkup kajian ekologi yang utama, yaitu perubahan populasi suatu spesies pada waktu yang berbeda-beda, perpindahan yang lain, serta factor yang mempengaruhinya dan terjadinya hubungan timbal balik antar makhuk hidup (hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme) dan lingkungannya (cambell, 2003:388). 

MAKALAH KONDAS IPA II #KESEHATAN, PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA


BAB 1
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Jika tubuh sudah tidak sehat, maka untuk melakukan aktivitas sehari-hari kurang maksimal bahkan ada yang tidak bisa melakukannya karena kendala kesehatan. Oleh sebab itu jika kita igin tubuh kita sehat terus dan terhindar dari bibit penyakit, kita harus tahu apa sih sebenarnya sehat itu, dan bagaimana cara kita mendapatkan tubuh yang selalu sehat?
Di sini kami akan membahas tentang apa itu sehat dan bagaimana cara kita menjaga kesehatan kita. Kami juga akan membahas macam-macam penyakit, mulai dari penyakit menular, tidak menular sampai penyakit yang menurun. Kami juga akan membahas cara untuk mencegah agar terhindar dari penyakit tersebut. Minimal berusaha untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui tentang pendidikan kesehatan, berawal dari diri kita sendiri.

MAKALAH KONDAS IPA II #Batuan

BAB I
BATUAN DAN MINERAL
Ada 3 jenis batuan utama di permukaan bumi, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorfosa. Setiap batuan terbentuk dengan cara yang berbeda.
1.      Batuan Beku
Jauh di bawah permukaan bumi, panas begitu tinggi hingga sebagian batuan meleleh. Ketika mendingin, lelehan batu ini  (magma) mengeras hingga menghasilkan batuan beku dalam, contoh: batu granit. Magma yang dapat muncul ke permukaan bumi sebagai lava juga mendingin menjadi batuan beku luar, contoh batu obsidian dan batu apung. Selain itu, terdapat batuan beku yang terbentuk di celah-celah gunung berapi. Batuan ini dinamakan batuan korok. Contoh batuan korok adalah batu  granit porfir.

MAKALAH KONDAS IPA II #Penerbangan Antariksa

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Penjelajahan angkasa adalah eksplorasi fisik dari benda di luar Bumi dan biasanya menyangkut teknologi, ilmu pengetahuan, dan politik yang berhubungan dengan luar angkasa. Salah satu yang paling terkenal dan aspek penting dari penjelajahan angkasa adalah pendaratan manusia pertama di bulan dalam perlombaan angkasa antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Ide mengirim objek ke angkasa terdapat di dalam pikiran dari banyak penulis sains fiksi ratusan tahun sebelum hal itu menjadi kenyataan. Beberapa karya ini juga menulis penggambaran bagaimana hal tersebut dapat dilakukan. Pada abad 20, dengan pengembangan propulsi teknologi yang cukup, material yang kuat dan ringan dan terobosan teknologi dan sains lainnya, ide misi luar-bumi tidak lagi hanya sekedar impian tapi suatu kenyataan.

Sejak manusia modern muncul dalam sejarah, hingga abad-abad terakhir, peradaban manusia masih "terikat" pada Bumi, belum mampu menjangkau awan, apalagi ruang angkasa.

Barulah dalam seratus tahun terakhir penerbangan manusia dan pesawat roket mampu mewujudkan semuanya. Dalam kurun waktu itu, umat manusia sudah mampu mengirim orang ke bulan, menerbangkan robot penjelajah ke Mars, dan mengutus wahana teleskop antariksa hingga ke tata surya dan membawa citra semesta lebih dekat lagi ke mata kita.

MAKALAH KONDAS IPA II #Atmosfer

BAB I
PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang
Bumi merupakan tempat tinggal segala jenis makhluk hidup. Bumi juga memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfer, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup  Atmosfer terdiri dari lapisan yang berbeda yang tersusun secara berlapis satu diatas yang lainnya. Oleh karena itu mengingat pentingnya pengetahuan mengenai atmosfer maka penulis menyusun makalah yang diberi judul “ATMOSFER”.

MAKALAH KONDAS IPA II #Metamorfosis, Populasi dan Alat Indera

BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Makhluk hidup memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan dan hewan di dunia.
Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui saat ini yang dapat mendukung kehidupan, dan fitur alamnya adalah subyek dari banyak bidang penelitian ilmiah. Di Tata Surya, planet ini merupakan planet ketiga terdekat dari Matahari, merupakan planet terestrial terbesar dan planet terbesar kelima secara keseluruhan.
Efek manusia terhadap alam besar dan tidak proporsional. Karena besarnya pengaruh manusia, batas-batas antara apa yang manusia anggap sebagai alam dan "lingkungan buatan" tidak jelas kecuali pada hal-hal ekstrim. Bahkan pada hal-hal ekstrim, jumlah lingkungan alam yang bebas dari pengaruh manusia yang terlihat saat ini semakin berkurang dengan semakin cepat.
Pada makalah ini, kami akan membahas masalah metamorfosis, populasi dan alat indera serta contoh-contohnya. 

MAKALAH KONDAS IPA II # Bentuk dan Gerakan Bumi dan BUlan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembelajaran bumi dan antariksa di sekolah dasar sangat penting. Hal ini dikarenakan peserta didik di sekolah dasar masih memiliki pemikiran kongkrit. Untuk itu kami bekerja kelompok menyusun makalah ini untuk membahas inti dari permasalahan tersebut diatas. Hasil dari pembahasan kerja klompok kami tuangkan dalam bentuk makalah ini dan semoga dapat bermanfaat untuk kita dan pembaca yang budiman.
Akhirnya semoga pembahasan yang kami susun dalam makalah ini dapat dijadikan bekal oleh kita sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar khususnya sebagai bekal kelak. Kami mohon maaf apabila terdpaat kekeliruan dan kesalahan dalam pembahasan kami. Harapan dan niat baik kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat buat kita semua, mari kita budayakan belajar seumur hidup.
1.2 Rumusan Masalah
Penyusunan makalah yang kami susun dengan judul pembelajaran tentang sistem bumi, bulan dan matahari di semester 3 memuat permasalahan dan inti pokok sebagai berikut:
1.     Penjelasan bentuk dan ukuran bumi
2.     Penjelasan gerak bumi
3.     Penjelasan bulan sebagai satelit bumi
4.     Penjelasan bentuk dan gukuran bulan
5.     Penjelasan gerakaan bulan
6.     Gerhana bulan dan matahari

MAKALAH KONDAS IPA II # Makhluk Hidup dan Perkembangbiakannya

BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Sepeti yang diketahui makhluk hidup hidup adalah segala sesuatu yang bias bernafas dan bisa bergerak. Makhluk hidup terdiri dari manusia, hewan (air maupun darat) serta tumbuhan. Tidak hanya memeiliki kemampuan untuk bernafas dan bergerak, makhluk hidup juga mempunyai  kemampuan untuk berkembangbiak yang dalam hal ini tumbuh dan berkembang.
Berangkat dari hal itu, penulisan makalah ini nantinya di harapkan dapat memperjelas dan untuk memudahkan dalam memahami  bagaimana proses perkembangbiakan makhluk hidup baik manusia,hewan dan tumbuhan. 

Implementasi HAM Dalam Kehidupan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Karya Intelektual

BAB   I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Implementasi Hak Asasi Manusia adalah penerapan atau pelaksanaan hak-hak yang melekat pada diri manusia sejak dilahirkan dan hak-hak tersebut tidak dapat di ganggu gugat. Dan kita harus menjujung tinggi nilai-nilai dari hak asasi manusia tersebut.
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan. Implementasi HAM terdapat dalam berbagai bidang yaitu  bidang ekonomi, sosial, budaya, dan karya intelektual.